Banjir Rendam Sejumlah Wilayah Jakarta, Ketua Gema Keadilan Jakarta Utara Soroti Tata Kelola Kota
KANALBANGSA.COM- Hujan yang mengguyur Jakarta pada hari ini menyebabkan banjir di sejumlah ruas jalan utama dan kawasan permukiman warga. Ketinggian air dilaporkan mencapai setinggi lutut orang dewasa, bahkan di beberapa titik lebih tinggi, sehingga mengganggu aktivitas masyarakat dan mobilitas kota.
Ketua Gema Keadilan Jakarta Utara, Auda, menilai kondisi tersebut menunjukkan bahwa persoalan banjir di Jakarta belum tertangani secara menyeluruh.
“Banjir yang kembali melanda Jakarta hari ini, Senin (12/01) menjadi sinyal bahwa pengelolaan drainase dan tata ruang masih perlu perbaikan serius. Diperlukan koordinasi yang lebih kuat antara Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, pemerintah daerah terkait, dan masyarakat,” ujar Auda dalam keterangannya.
Menurut Auda, banjir yang terus berulang setiap musim hujan tidak bisa lagi dipandang semata sebagai bencana alam. Ia menilai persoalan tersebut merupakan cerminan dari tata kelola kota yang belum sepenuhnya berpihak pada keberlanjutan lingkungan.
Selain faktor kebijakan, Auda juga menyoroti perilaku masyarakat yang masih kerap membuang sampah sembarangan, sehingga memperberat beban sistem drainase kota.
“Masih banyak warga yang belum sadar pentingnya menjaga kebersihan saluran air. Ini memperparah kondisi banjir dan harus menjadi perhatian bersama,” katanya.
Auda mendorong Pemerintah Provinsi DKI Jakarta untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kebijakan tata ruang, memperluas ruang terbuka hijau, serta menata ulang kawasan rawan banjir secara konsisten dan berkelanjutan. Menurutnya, langkah-langkah struktural seperti perbaikan drainase dan pengendalian tata ruang harus berjalan seiring dengan edukasi publik.
“Upaya teknis saja tidak cukup. Edukasi dan pelibatan masyarakat mutlak diperlukan agar warga turut menjaga lingkungan dan sistem drainase,” tegasnya.
Ia mengingatkan bahwa tanpa kolaborasi antarlembaga dan partisipasi aktif warga, banjir akan terus menjadi siklus tahunan yang merugikan masyarakat, baik dari sisi ekonomi, kesehatan, maupun kualitas hidup warga Jakarta.
Gema Keadilan Jakarta Utara, lanjut Auda, siap berperan aktif dalam mendorong kesadaran lingkungan dan kerja-kerja kolaboratif bersama masyarakat untuk mengurangi risiko banjir di wilayah Jakarta Utara.




